Post

Bangunan bangunan megah peninggalan Nazi Jerman ...!!! | Digit-All Data

Bangunan bangunan megah peninggalan Nazi Jerman ...!!!

Seperti yang diketahui bahwa NAZI Jerman suka membuat bangunan-bangunan yang besar dan megah. Prinsipnya mereka ingin diakui sebagai sebuah bangsa yang maju dan memiliki peradaban yang tinggi. NAZI dibawah kepemimpinan Adolf Hitler membangun bangunan megah dengan dilengkapi sarana dan prasarana yang medukung kegiatan militer. Setiap gedung dirancang dengan sistem pertahanan khusus apabila diserang oleh negara lain.

1. Reichstag, German.
Reichstag, German. Jaman Nazi
Reichstag, German. Jaman Sekarang
Gedung Reichstag dipakai untuk keperluan propaganda dan ketika Perang Dunia II berkecamuk untuk keperluan militer. Gedung ini juga dipertimbangkan untuk dirubah menjadi sebuah “Menara Flak” (tempat menaruh senjata anti udara dan tempat perlindungan), karena bentuknya yang cukup simetris. Tetapi setelah ditimbang dikatakan tidak cocok.

Gedung ini lalu juga tambah rusak karena serangan udara. Sewaktu Pertempuran Berlin pada 1945, gedung ini menjadi target utama Tentara Merah, meski alasannya kurang jelas. Sebab Reichstag tidak memiliki peran politik, militer atau strategis lagi. Sejatinya, kaum Nazi menelantarkan gedung ini. Foto termasyhur seorang prajurit Tentara Merah Uni Soviet yang mengibarkan bendera Palu-Arit di atap gedung ini, diambil pada 2 Mei 1945, beberapa hari setelah pasukan Tentara Merah merebut gedung ini.

2. Zeppelintribune, Nuremberg. 
Zeppelintribune, Nuremberg. Jaman Nazi
Zeppelintribune, Nuremberg. Jaman Sekarang
keterangan:
Lapangan parade di Nuremberg tempat pawai NAZI berlangsung. Tempat ini adalah tempat yang di pakai untuk pembuatan film propaganda NAZI yang berjudul “Triumph of the Will”.

3. Brandenburg Gate
Brandenburg Gate, German. Jaman Nazi
Brandenburg Gate, German. Jaman Sekarang
Salah satu yang sempat dibuat sebelum pecahnya perang dunia II adalah gerbang Brandenburg yang merupakan poros timur-barat kota Berlin.

4. Berlin Olympia Stadion
Berlin Olympia Stadion, German. Jaman Nazi
Berlin Olympia Stadion, German. Jaman Sekarang
keterangan:
Tahap pertama dalam rancangan Albert Speer untuk membangun ulang kota Berlin adalah Stadion Olimpiade untuk Olimpiade musim panas 1936 yang dibuat oleh Werner March.

5. NAZI Germany Pavilion, France (sekarang sudah tidak ada )
Germany Pavilion
Paviliun Jerman dalam pameran Internasional di Paris tahun 1937 adalah salah satu maha karya dari Albert Speer. Paviliun tersebut letaknya berseberangan dengan paviliun Uni Soviet. Speer merancang paviliun Jerman dengan bentuk yang sangat megah sebagai kampanye melawan komunisme.

6. Volkshalle, German (Batal karena Perang Dunia II)

Volkshalle atau balai rakyat, yakni sebuah bangunan berkubah seperti Basilika Santo Petrus di Roma. Kubah bangunan tersebut sangat besar dengan tinggi 200m dan diameter sekitar 300m. Akan tetapi bangunan ini gagal dibuat karena pecahnya perang dunia II.

Seandainya NAZI menang perang, maka kota Berlin akan menjadi seperti ini :

Rancangan Kota :
Tampak di latar belakang bangunan Volkshalle 
Kota ini adalah impian Adolf Hitler, karena dalam perencanaannya terdapat Teori Nilai Runtuh yang akan meninggalkan bentuk reruntuhan yang estetis dalam jangka ribuan tahunke depan. Reruntuhan tersebut akan menjadi pengakuan kebesaran Dritte Reich atau kerajaan ketiga pimpinan Hitler, seperti halnya simbol kebesaran Yunani dan Romawi yang dilihat dari reruntuhan bangunannya.

Berikut ini adalah profil dari arsitek kebanggaan Adolf Hitler:

Konrad Hermann Albert Speer (19 Maret 1905 – 1 September 1981) adalah seorang arsitek Jerman dan perwira Nazi, arsitek utama Adolf Hitler (1933–1945) dan menteri persenjataan (1942–1945). Ia adalah salah satu terdakwa dalam Peradilan Nuernberg.

Ia belajar teknik arsitektur di Universitas Karlsruhe, München dan Institut Teknologi Berlin dan lulus ujian pada tahun 1927 lalu menjadi asisten Heinrich Tessenow. Ia menghadiri pidato Partai Nazi pada tahun 1930 di balai bir Berlin dan bergabung dengan partai itu pada bulan Januari 1931.

Ia dijatuhi hukuman 20 tahun penjara di Pengadilan Nürnberg, menghabiskan waktu-waktunya di penjara Spandau. Setelah bebas pada tahun 1966, ia menulis beberapa buku, yaitu : Erinnerungen (1969), Spandauer Tagebücher (1975), Der Sklavenstaat (1981)




Share on Google Plus

About Poerwalaksana

Poerwalaksana is a freelance web designer and developer with a passion for interaction design, Business Enthusiast, StartUp Enthusiast, Speaker and Writer. Inspired to make things looks better.

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment