Post

Ritual pengorbanan diri sang istri... Sati....!!! | Digit-All Data

Ritual pengorbanan diri sang istri... Sati....!!!

Ritual pengorbanan diri sang istri... Sati....!!!| http://poerwalaksana.blogspot.com/
Deskripsi ritual sati di Bali pada buku
"Verhael vande Reyse Naer Oost Indien"
karya Houtman (1597).
Sati adalah ritual pengorbanan diri yang dilakukan oleh seorang istri dalam beberapa komunitas India. 

Seorang istri yang baru ditinggal mati suaminya akan membakar diri dalam api pembakaran jenazah suaminya sebagai simbol kesetiaan. 

Meskipun dalam beberapa kasus, sati dilakukan karena dasar pemaksaan.

Istilah sati berasal dari nama Dewi Sati, yang dikenal juga sebagai Dakshayani ketika mengorbankan dirinya karena tidak mampu menanggung penghinaan ayahnya. 

Dalam Epik Mahabharata, sati juga dilakukan oleh Dewi Madrim pada saat pembakaran jenazah suaminya, Pandu.

Catatan sejarah, sati dilakukan oleh permaisuri Raja Raviverma pada abad ke-6. Pemerintah Inggris secara resmi melarang sati di India pada tahun 1829. Meskipun demikian masih banyak terdapat sati sampai abad sekarang seperti contoh berikut ini.

Ritual pengorbanan diri sang istri... Sati....!!!| http://poerwalaksana.blogspot.com/
Tahun 1987 di Rajashtan, Roop Kanwar (18 tahun) dipaksa melakukan sati. Roop Kanwar menjadi idola dan dianggap sebagai wanita yang mencapai derajat tinggi setelah kematiannya. 

Orang-orang yang memaksanya ditangkap. Tahun 1996, pengadilan menjunjung tinggi sati sebagai tradisi sosial dan membebaskan orang-orang tersebut.



Ritual pengorbanan diri sang istri... Sati....!!!| http://poerwalaksana.blogspot.com/
Tahun 2002 di Madhya Pradesh, sati dilakukan oleh Kuttu Bai (65 tahun). Lima belas orang ditangkap dengan dugaan pemaksaan. 

Dalam laporannya, polisi yang berusaha mencegah sati dicegah oleh massa yang marah.



Meski kemudian jarang terdengar, keinginan melakukan sati masih ada, termasuk pada tahun 2009. Ketika itu di Rajshtan, Sharbati Bai (60 tahun) berusaha untuk melakukan sati. Beruntung polisi dan warga desa menghentikan langkah Sharbati tepat pada waktunya.

Di Bali, sati yang dikenal dengan istilah masatya dilakukan di lingkungan bangsawan sampai tahun 1905, sebelum akhirnya dilarang oleh pemerintah Belanda.

Share on Google Plus

About Poerwalaksana M.Djayasasmita

Poerwalaksana is a freelance web designer and developer with a passion for interaction design, Business Enthusiast, StartUp Enthusiast, Speaker and Writer. Inspired to make things looks better.

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment